Perkawinan adalah salah satu tahap dari perjalanan manusia sebagai satu pilihan di antara dua pilihan yang menentukan jalan hidup manusia. Pilihan lain adalah pilihan untuk tidak menikah. Dalam Katolik, pernikahan itu sangat sakral karena Pernikahan Katolik bersifat monogam dan tak terceraikan.
Pernikahan Katolik yang monogam dan tak terceraikan sesuai dengann kodrat manusia. Hal ini membedakan kita dengan hewan yang gonta-ganti pasangan. Pernikahan haruslah dipandang sebagai suatu peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan. Menurut Yesus pernikahan di Firdaus antara Adam dan hawa adalah pernikahan asli yang dikehendaki Allah (Injil Matius 19:3), dan pernikahan di Firdaus itu digambarkan di dalam Alkitab sebagai suatu penyerahan seorang laki-laki kepada seorang wanita, penyerahan seorang wanita kepada seorang laki-laki untuk seumur hidup. Pernikahan monogami adalah pernikahan asli yang dikehendaki Allah
Kalau ada yang heran dengan Pernikahan Katolik yg monogam & tak
terceraikan, silahkan dibalas:"Kamu mau disamakan dengan hewan yang suka ganti-ganti
pasangan?"
Makanya, di Katolik itu pernikahan dianggap sebagai sesuatu
yg serius dan tak boleh main-main. Bahkan ada kursus perkawinan. Sebelum dinikahkan, pasangan harus menjalani kursus
perkawinan dan pemeriksaan kanonik dan harus lulus. Makanya, cuma di Katolik: Mau ganti agama harus ikut kursus, mau
nikah pun ada kursus dan pemeriksaannya juga.
Bukannya Gereja Katolik mempersulit umat yg mau nikah.
Mending batal nikah daripada bermasalah setelah nikah. Jika di analogikan akan sama seperti:
Mending dipersusah masuk UI dan ITB,
daripada masuk gampang, dan ujung-ujungnya nasakom lalu DO!
Mengapa Tuhan menuntut monogami ?
Sebab hanya monogamilah yang sesuai
dengan agape, yaitu kasih yang melayani.
Agape itu tidak mencari keuntungan
sendiri, tidak menyampingkan keinginan akan kebahagian perseorangan, tetapi
menuju kebahagian bersama, artinya : Ia menolak poligami dan menerima monogami.
Kasih agape itu penyayang, tidak berlaku yang tidak senonoh, tidak
mencari keuntungan sendiri, tidak lekas marah, panjang sabar ( I Korintus
13). Kasih yang demikianlah yang menuntut monogami.
Ayo kita katakan tidak pada POLIGAMI!!!
0 Response to "Pernikahan Katolik"
Post a Comment